Masuknya gelandang Cesc Fabregas yang menggantikan striker cedera David Villa di menit ke-33, disebut pelatih Luis Aragones sebagai kunci kemenangan Spanyol."Ketika (Fernando) Torres dan Villa ada di sana kami memiliki sedikit masalah dalam mendominasi lapangan tengah. Namun saat Cesc masuk, kami dapat memegang kendali," tutur Aragones dalam konferensi pers usai pertandingan, Jumat (27/6) dinihari WIB."Kami terlihat bermain lebih baik dengan satu striker dibanding dua striker, karena kami lebih mengendalikan dan dapat melakukan lebih banyak tekanan di lapangan tengah," lanjutnya.Fabregas memberi suntikan semangat baru ke lapangan tengah. Pemain Arsenal itu masuk menjelang akhir babak pertama, dan selanjutnya Spanyol mendominasi serangan.Berkat kerjasama Andres Iniesta dan Fabregas di lini tengah, Spanyol menguasai jalannya pertandingan. Gol pertama tercipta saat Xavi meneruskan umpan silang Iniesta. Selanjutnya, umpan lob dari Fabregas menghasilkan gol Daniel González Güiza. David Silva memastikan kemenangan tim 'Matador' di menit ke-81 melalui umpan silang Fabregas."Kami memulai pertandingan dengan jenis sepakbola yang cocok bagi Rusia, bermain terlalu banyak bola panjang di depan," jelas Aragones."Namun sekali kami mengendalikan penguasaan bola, kemudian saya berpikir ini permainan paling lengkap kami di turnamen ini dan melakukan itu di semi-final sangat sulit," tambahnya lagi.Aragones memuji pencapaian timnya dengan maju ke final untuk pertama kalinya dalam 24 tahun."Tim bermain dengan mentalitas juara. Mereka banyak belajar dari Piala Dunia lalu. Mereka sadar itu bukan sekadar sebuah pertanyaan bagaimana bermain bagus namun juga belajar bagaimana berkompetisi," kata Aragones."Cesc dan pemain lainnya di tim sudah berpengalaman selama 28 tahun meskipun mereka baru 21 atau 22 tahun. Tim ini juga memiliki sensasi Piala Dunia."Final Melawan JermanAragones mengatakan, meskipun dia senang merayakan kemenangan itu, namun perhatiannya sudah beralih pada pertandingan final melawan der Panzer Jerman."Saya sangat senang meskipun saya tidak memperlihatkannya. Saya senang terutama bagi grup karena mereka sudah melakukan segalanya untuk layak sebagai juara, namun kami masih harus meraih satu langkah lagi.""Jerman adalah Jerman dan mereka terlihat akan menang melawan siapapun lawan yang mereka hadapi. Kita lihat saja apakah mereka membiarkan kami bermain, namun sangat sulit bagi tim manapun untuk menghadapi kami, terutama saat kami menambah kecepatan pada permainan kami.""Secara fisik Jerman lebih kuat, namun kami bermain dalam kecepatan yang tim lain telah lebih lelah dibanding kami," timpal Aragones. Jumat, 27 Juni 2008
Rizkiansyah: "Fabregas Kunci kemenangan Spanyol"!!
Masuknya gelandang Cesc Fabregas yang menggantikan striker cedera David Villa di menit ke-33, disebut pelatih Luis Aragones sebagai kunci kemenangan Spanyol."Ketika (Fernando) Torres dan Villa ada di sana kami memiliki sedikit masalah dalam mendominasi lapangan tengah. Namun saat Cesc masuk, kami dapat memegang kendali," tutur Aragones dalam konferensi pers usai pertandingan, Jumat (27/6) dinihari WIB."Kami terlihat bermain lebih baik dengan satu striker dibanding dua striker, karena kami lebih mengendalikan dan dapat melakukan lebih banyak tekanan di lapangan tengah," lanjutnya.Fabregas memberi suntikan semangat baru ke lapangan tengah. Pemain Arsenal itu masuk menjelang akhir babak pertama, dan selanjutnya Spanyol mendominasi serangan.Berkat kerjasama Andres Iniesta dan Fabregas di lini tengah, Spanyol menguasai jalannya pertandingan. Gol pertama tercipta saat Xavi meneruskan umpan silang Iniesta. Selanjutnya, umpan lob dari Fabregas menghasilkan gol Daniel González Güiza. David Silva memastikan kemenangan tim 'Matador' di menit ke-81 melalui umpan silang Fabregas."Kami memulai pertandingan dengan jenis sepakbola yang cocok bagi Rusia, bermain terlalu banyak bola panjang di depan," jelas Aragones."Namun sekali kami mengendalikan penguasaan bola, kemudian saya berpikir ini permainan paling lengkap kami di turnamen ini dan melakukan itu di semi-final sangat sulit," tambahnya lagi.Aragones memuji pencapaian timnya dengan maju ke final untuk pertama kalinya dalam 24 tahun."Tim bermain dengan mentalitas juara. Mereka banyak belajar dari Piala Dunia lalu. Mereka sadar itu bukan sekadar sebuah pertanyaan bagaimana bermain bagus namun juga belajar bagaimana berkompetisi," kata Aragones."Cesc dan pemain lainnya di tim sudah berpengalaman selama 28 tahun meskipun mereka baru 21 atau 22 tahun. Tim ini juga memiliki sensasi Piala Dunia."Final Melawan JermanAragones mengatakan, meskipun dia senang merayakan kemenangan itu, namun perhatiannya sudah beralih pada pertandingan final melawan der Panzer Jerman."Saya sangat senang meskipun saya tidak memperlihatkannya. Saya senang terutama bagi grup karena mereka sudah melakukan segalanya untuk layak sebagai juara, namun kami masih harus meraih satu langkah lagi.""Jerman adalah Jerman dan mereka terlihat akan menang melawan siapapun lawan yang mereka hadapi. Kita lihat saja apakah mereka membiarkan kami bermain, namun sangat sulit bagi tim manapun untuk menghadapi kami, terutama saat kami menambah kecepatan pada permainan kami.""Secara fisik Jerman lebih kuat, namun kami bermain dalam kecepatan yang tim lain telah lebih lelah dibanding kami," timpal Aragones. Diposting oleh rizki-net di 01.47
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar