CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Minggu, 29 Juni 2008

Spanyol Juara!!!!!!

Mimpi Jerman merebut gelar keempat terbaik di Eropa kandas. Pada final Euro 2008 di Ernst Happel Stadion, Wina, Austria, Jumat dinihari (WIB) tadi, Die Maanschaft ditekuk Spanyol langsung 0-1 (0-1). Spanyol yang dianggap tim spesialis kualifikasi tampil dengan mental kuat dan bermain lebih apik hampir di sepanjang pertandingan. Sebuah gol di menit ke-33 dari Fernando Torres menjadi penentu kegagalan untuk keempat kalinya bagi Jerman di partai final. Secara obyektif Spanyol tampil dominan dan bahkan bukan tidak mustahil unggul lebih jika tenang dalam penyelesaian akhir. Itu pula yang diakui jujur dan berbesar hati oleh pelatih Der Panzer, Joachim Loew. Loew sejatinya juga tidak sepantasnya merendah karena Michael Ballack dkk mampu menunjukkan diri tim berkualitas selama tiga pekan di Austria-Swiss. Loew respek dan setuju untuk memberi penghargaan tinggi kepada para pemainnya. “Mereka (para pemain Jerman) sungguh fantastis. Secara alamiah kami kecewa tapi mereka tidak boleh tertunduk lesu. Mencapai final merupakan pencapaian yang spesial,” kata Loew seperti dikutip Reuters. “Spanyol memiliki banyak peluang lebih baik hari ini dan memang tampil lebih baik.” Kanselir Jerman, Angela Merkel yang menyaksikan langsung di tribun VIP juga memberi sokongan moral kepada pasukan anak-anak asuhan Loew. “Mencapai final sudah merupakan kesuksesan besar. Kami berjuang tapi pada akhirnya tidak cukup. Kami di peringkat ketiga pada Piala Dunia (2006) dan kini berada di peringkat kedua (Euro 2008),” kata Merkel. “Saya katakan kepada Ballack dkk bahwasanya mereka harus menunggu sampai 2010 untuk merayakan pesta kemenangan.” Kekalahan itu membuat Loew gagal bersanding dengan pelatih hebat Jerman yang mampu membawa pulang gelar juara di turnamen utama. Di kancah Piala Eropa atau Euro Helmut Schoen meraih trofi Henri Delaunay untuk kali pertama pada 1972. Delapan tahun kemudian atau tepatnya di Euro 1980, Jerman menjadi kampiun di bawah pelatih Jupp Derwall. Gelar ketiga kalinya direngkuh dalam Euro 1996 ketika Die Maanschaft diarsiteki Berti Vogts.Jerman lebih dulu menggapai gelar juara di ajang Piala Dunia atau tepatnya di tahun 1954 dengan pelatih Sepp Herberger sebagai juru taktiknya. Schoen dianggap pelatih terbesar dalam sejarah sepakbola Jerman (dulu Jerman Barat) dengan menggapi trofi juara di PD 1974. Satu gelar lainnya diperoleh di Italia pada PD 1990 lewat pelatih yang menjadi legenda hidup sepakbola Jerman, Franz Beckenbauer.

Jumat, 27 Juni 2008

HIDDINK: Arshavin Mendapat Pelajaran Penting.

Pelatih Guus Hiddink yakin playmaker Andrei Arshavin banyak belajar ketika Rusia dikalahkan Spanyol dalam laga semifinal Euro 2008 di Ernst Happel Stadium, Wina, Kamis (26/6).
''Ia tampil mengesankan dalam laga melawan Swedia dan Belanda. Sangat wajar jika dia menyita perhatian seluruh pemain belakang Spanyol,'' ujar Hiddink.
Arshavin tidak berdaya menghadapi kepungan pemain belakang Spanyol. Akibatnya, Rusia kesulitan menekan pertahanan Spanyol dan striker Roman Pavlyuchenko tidak mendapatkan banyak peluang.
''Saya tahu Arshavin kesulitan melepaskan diri dari kawalan pemain Spanyol. Tidak ada ruang untuknya, dan tidak ada umpan matang untuk diselesaikan Pavlyuchenko,'' lanjut Hiddink.
Hiddink juga mengatakan laga melawan Spanyol sangat penting bagi seluruh pemain Rusia. Ia puas dengan permainan timnya, meski lini belakangnya melakukan kesalahan yang sama seperti pada pertemuan pertama di Grup D.
''Kami kecewa, tapi kami berupaya menahan emosi dan tetap bangga dengan apa yang telah diperlihatkan semua pemain,'' kata pelatih asal Belanda itu
.

Fabregas: " Masa Depan Saya di Arsenal!!!!!

Gelandang Cesc Fabregas menegaskan masa depannya adalah bersama Arsenal. Dia tidak berminat meninggalkan klub berjuluk The Gunners usai Euro 2008.
''Masa depan saya di Arsenal. Saya senang di Emirates Stadium karena setiap orang memperlakukan saya dengan baik,'' ujar Fabregas. ''Saya tidak punya alasan untuk pindah.''
Menurut Fabregas, dirinya tidak pernah bermain di klub yang pelatihnya tidak memiliki hubungan baik dengannya. Ia juga menyebut Arsene Wenger sebagai pelatih yang banyak membantunya. Ia ingin berterima kasih dengan memberikan segala kemampuan untuk menjadikan Arsenal juara.
''Saya berhutang banyak kepadanya. Itulah sebabnya saya tidak akan meninggalkan Arsenal,'' katanya. ''Saya memiliki kepercayaan bahwa Arsenal akan bisa mencapai ambisinya.''
Fabregas tidak menjamin dirinya akan kembali ke Spanyol, dan bermain dengan salah satu klub, dalam waktu dekat. Ia yakin jika dirinya pindah, Arsenal harus melakukan perubahan menyeluruh.
''Saya masih berusia 21 tahun, dan telah sekian lama bermukim di London,'' lanjut Fabregas. ''Saya ingin lebih lama bermukim di kota ini, dan tidak ingin mengambil risiko kehilangan apa pun yang membuat saja merasa nyaman. Saya merasa penting di Arsenal, dan memiliki tanggung jawab.''



Schweini Dan Poldi Ke Serie A???!!!!

Bastian Schweinsteiger dan Lukas Podolski, yang sama-sama berkostum Bayern Muenchen, kini dihubungkan dengan AC Milan dan Juventus. Meski penampilannya mirip roller coaster di Euro 2008, Schweinsteiger tak kehilangan pamor. Schweini mempunyai pengalaman pahit saat Jerman kalah 1-2 dari Kroasia (12/6). Masuk sebagai pemain pengganti, ia malah diganjar kartu merah. Namun, setelah menjalani skorsing ketika Jerman menang 1-0 atas Austria, pemain berusia 23 tahun itu langsung tampil gemilang menghadapi Portugal. Schweini mencetak gol pembuka dan membuat dua assist untuk membawa Tim Panser menang 3-2. Milan, yang sangat aktif memburu pemain di bursa transfer musim panas, masih berusaha memperkuat lini gelandang untuk melapis Clarence Seedorf dan Kaka. Sebelumnya Rossoneri sudah menggaet Mathieu Flamini dari Arsenal. Schweini memiliki keistimewaan karena bisa bermain sama bagusnya di posisi gelandang kiri, kanan, atau tengah sekalipun. Harian L’Equipe menyebut Milan menyiapkan dana sebesar 21,5 juta pound untuk mendatangkan Schweini dari Muenchen. Kecewa Muenchen Sementara itu, Podolski menyatakan kekecewaannya karena musim lalu tak banyak dipercaya sebagai starter di Muenchen. Poldi kalah bersaing dengan Luca Toni, striker timnas Italia yang menjadi top scorer Bundesliga tapi ironisnya tak mencetak satu pun gol di Euro 2008. Kini Poldi membuka diri untuk Juventus. “Seseorang sudah memberi tahu Juventus tertarik pada saya. Info ini bisa dipercaya, meski belum seorang pun dari Juventus mengontak saya,” kata Poldi pada Gazzetta dello Sport. Lantaran kecewa di Muenchen, Poldi berencana hengkang. “Saya belum berbicara dengan klub mana pun, termasuk Bayern. Konsentrasi saya saat ini untuk memenangi turnamen,” tegasnya.

Spanyol Ke Final Euro 2008

Spanyol pesta gol lagi ke gawang Rusia. Setelah membantai Rusia 4-1 dalam partai pembuka Grup D, kali ini tim 'Matador' merobek gawang Rusia tiga kali tanpa balas dalam laga semi-final yang berlangsung di Stadion Ernst Happel, Jumat (27/6) dinihari WIB. Spanyol yang juara Piala Eropa pada 1984 akhirnya kembali ke final, ditantang Jerman yang sehari sebelumnya menaklukkan Turki 3-2. Partai puncak itu akan digelar di Stadion Ernst Happel, Wina, Austria, Senin (30/6) dinihari WIB.David Silva melengkapi kesuksesan Spanyol berkat golnya di menit ke-81. Sebelumnya, besutan Luis Aragones ini sudah mengoyak jala Rusia dua kali lewat Daniel Guiza pada menit ke-74 dan Xavi Hernandez pada menit ke-51. Rusia yang menatap laga ini dengan performa mengagumkan karena baru saja mempecundangi favorit juara, Belanda, dengan skor 3-1, sempat menguasai pertandingan ketika peluit kick-off berbunyi. Namun, pelan tapi pasti Spanyol bisa mengatasi situasi dan mulai mendikte permainan tim negeri 'Beruang Merah'. Sepanjang 45 menit babak pertama, baik Spanyol maupun Rusia terlihat bermain sangat hati-hati, sehingga tak ada peluang emas yang bisa diciptakan kedua kubu. Babak pertama berakhir imbang tanpa gol.Baru di babak kedua, Spanyol mulai berani bermain agresif. Meskipun telah kehilangan striker David Villa yang mengalami gangguan pada pahanya menjelang babak pertama usai, La Furia Roja tetap percaya diri meruntuhkan pertahanan Rusia yang sangat tangguh pada babak pertama.Benar saja, saat pertandingan memasuki menit ke-51 Xavi memecahkan kebuntuan Spanyol. Gelandang Barcelona tersebut berhasil meneruskan umpan Andres Iniesta yang melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti dari sisi kiri. Selanjutnya, Spanyol kesetanan, dan mereka terus membombardir pertahanan Rusia yang mulai rapuh. Sayangnya, Fernando Torres yang mendapat dua kesempatan emas gagal mencetak gol untuk menambah keunggulan Spanyol. Melihat performa striker Liverpool itu kurang bagus, Aragones melakukan perubahan dengan memasukkan Guiza yang menggantikan Torres pada menit ke-69. Ternyata, taktik dan keputusan sang pelatih sangat tepat karena striker yang musim lalu jadi topskor Primera Liga itu bisa menggandakan keunggulan Spanyol pada lima menit kemudian. Cesc Fabregas memberi umpan lob kepada Guiza yang lolos dari jebakan offside di kotak penalti. Alhasil, kiper Igor Akinfeyev yang berusaha menutup ruang Guiza tak kuasa menghalau si kulit bundar yang melewati kepalanya sebelum menggetarkan jala Rusia. Keunggulan 2-0 membuat Rusia semakin terpuruk. Andrei Arshavin dan Roman Pavlyuchenko yang digadang-gadang bakal menyulitkan lini belakang Spanyol ternyata tak berkutik karena mendapat pengawalan ketat dari Sergio Ramos dan Carles Puyol. Fabregas kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai pengumpan yang spektakuler. Dari sisi kiri, playmaker Arsenal itu memberikan umpan datar ke Silva yang tak mendapat pengawalan ketat. Dan, pemain Valencia tersebut dengan jeli melepaskan tembakan ke sisi kanan gawang Rusia dan bola tak bisa dijangkau oleh Akinfeev sehingga skor menjadi 3-0 yang bertahan sampai akhir laga.Dengan demikian, Spanyol membukukan tiket ke final menghadapi der Panzer Jerman.

Rizkiansyah: "Fabregas Kunci kemenangan Spanyol"!!

Masuknya gelandang Cesc Fabregas yang menggantikan striker cedera David Villa di menit ke-33, disebut pelatih Luis Aragones sebagai kunci kemenangan Spanyol."Ketika (Fernando) Torres dan Villa ada di sana kami memiliki sedikit masalah dalam mendominasi lapangan tengah. Namun saat Cesc masuk, kami dapat memegang kendali," tutur Aragones dalam konferensi pers usai pertandingan, Jumat (27/6) dinihari WIB."Kami terlihat bermain lebih baik dengan satu striker dibanding dua striker, karena kami lebih mengendalikan dan dapat melakukan lebih banyak tekanan di lapangan tengah," lanjutnya.Fabregas memberi suntikan semangat baru ke lapangan tengah. Pemain Arsenal itu masuk menjelang akhir babak pertama, dan selanjutnya Spanyol mendominasi serangan.Berkat kerjasama Andres Iniesta dan Fabregas di lini tengah, Spanyol menguasai jalannya pertandingan. Gol pertama tercipta saat Xavi meneruskan umpan silang Iniesta. Selanjutnya, umpan lob dari Fabregas menghasilkan gol Daniel González Güiza. David Silva memastikan kemenangan tim 'Matador' di menit ke-81 melalui umpan silang Fabregas."Kami memulai pertandingan dengan jenis sepakbola yang cocok bagi Rusia, bermain terlalu banyak bola panjang di depan," jelas Aragones."Namun sekali kami mengendalikan penguasaan bola, kemudian saya berpikir ini permainan paling lengkap kami di turnamen ini dan melakukan itu di semi-final sangat sulit," tambahnya lagi.Aragones memuji pencapaian timnya dengan maju ke final untuk pertama kalinya dalam 24 tahun."Tim bermain dengan mentalitas juara. Mereka banyak belajar dari Piala Dunia lalu. Mereka sadar itu bukan sekadar sebuah pertanyaan bagaimana bermain bagus namun juga belajar bagaimana berkompetisi," kata Aragones."Cesc dan pemain lainnya di tim sudah berpengalaman selama 28 tahun meskipun mereka baru 21 atau 22 tahun. Tim ini juga memiliki sensasi Piala Dunia."Final Melawan JermanAragones mengatakan, meskipun dia senang merayakan kemenangan itu, namun perhatiannya sudah beralih pada pertandingan final melawan der Panzer Jerman."Saya sangat senang meskipun saya tidak memperlihatkannya. Saya senang terutama bagi grup karena mereka sudah melakukan segalanya untuk layak sebagai juara, namun kami masih harus meraih satu langkah lagi.""Jerman adalah Jerman dan mereka terlihat akan menang melawan siapapun lawan yang mereka hadapi. Kita lihat saja apakah mereka membiarkan kami bermain, namun sangat sulit bagi tim manapun untuk menghadapi kami, terutama saat kami menambah kecepatan pada permainan kami.""Secara fisik Jerman lebih kuat, namun kami bermain dalam kecepatan yang tim lain telah lebih lelah dibanding kami," timpal Aragones.

Adriano Kembali Ke Inter



Adriano kembali ke Seri A dan mencoba memulai era baru dalam kariernya bersama Jose Mourinho.
''Saya senang bisa kembali ke Inter, dan berharap segalanya akan lebih baik tahun ini,'' ujar Adriano setibanya d Bandara Malpensa, Milan, Selasa (24/6). ''Saya ingin mengatakan kepada fans Inter betapa saya gembira bisa kembali lagi menggunakan kostum Nerazzurri.''
Musim lalu, karier Adriano di San Siro mengalami kemunduran. Ia pulang ke Brasil untuk menjalani rehabilitasi fisik dan psikis, lalu dipinjamkan ke Sao Paulo. Adriano menemukan kembali performa terbaiknya, dengan mencetak sejumlah gol, meski demikian ia belum sepenuhnya bisa mengontrol emosinya dan kerap membuat masalah di dalam dan luar lapangan.
Carlos Dunga, pelatih timnas Brasil, memanggilnya kembali ke timnas. Adriano tampil di sejumlah laga kualifikasi, tapi belum memperlihatkan permainan terbaiknya.
Salah satu alasan Adriano kembali ke Seri A adalah perginya Roberto Mancini dari San Siro, dan digantikan Jose Mourinho. Ia juga tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya ketika mendengar Mancini didepak.
Menanggapi kabar dirinya telah bertemu dengan Mourinho, Adriano mengatakan; Saya berbicara dengan Mourinho di telepon. Untuk saat ini belum ada yang saya bisa sampaikan.''

David Villa Kehilangan Final Euro 2008

Striker David Villa dipastikan kehilangan final Euro 2008, menyusul cedera paha cukup serius saat Spanyol mengalahkan Rusia tiga gol tanpa balas di semifinal, Kamis (26/6).
''Saat ini Villa cedera. Saya tidak tahu apakah dia bisa bermain ketika menghadapi Jerman di final,'' ujar Luis Aragones, pelatih Spanyol.
Villa cedera ketika mengeksekusi tembakan bebas. Ia ditarik keluar menit ke-35, namun tidak mempengaruhi performa Spanyol.
Striker yang diinginkan banyak klub Liga Primer itu masih menjadi topscorer Euro 2008 dengan empat gol. Ia mencetak hat-trick ke gawang Rusia dalam laga penyisihan Grup D, dan satu gol lagi dibuat ke gawang Swedia untuk memastikan Spanyol lolos ke perempat final.
''Villa mengatakan telah merasakan sakit ketika melakukan sprint, kemudian memburuk saat melakukan tembakan bebas,'' ujar Aragones. ''Semula saya sangat kecewa harus menariknya keluar lapangan, tapi kami bisa tampil bagus di babak kedua dan mencetak tiga gol ke gawang Rusia.''
Villa kecewa, tapi tidak bisa melakukan apa-apa. ''Saya mungkin hanya bisa menikmati pertandingan final melawan Jerman dari bangku penonton, lalu merayakan sukses meraih gelar Euro 2008 bersama rekan-rekan,'' katanya.
Mengomentari kemenangan atas Rusia, Villa mengatakan; ''Spanyol layak mencapai final, dan sangat layak meraih gelar Euro 2008".

Kamis, 26 Juni 2008

Ibra Dukung Pemecatan Mancini

Kabar desakan pemain menjadi penyebab dipecatnya Roberto Mancini tampaknya benar adanya. Striker Inter Milan, Zlatan Ibrahimovic, bahkan dengan tegas menyatakan dukungannya atas langkah Inter Milan memecat Mancini.
Setelah melakukan pertemuan empat mata yang berlangsung panas antara Massimo Moratti dan Roberto Mancini, Inter akhirnya memutuskan memecat Mancini pada hari Selasa lalu. Inter akan membayar kompensasi atas pemecatan Mancini sebesar 30 juta Euro karena Mancini masih terikat kontrak selama lima tahun.
Selain karena hubungannya yang buruk dengan pemilik Inter, Massimo Moratti, ternyata pemecatan Mancini juga disebabkan karena adanya desakan dari sebagian besar pemain Inter yang sudah tidak menghendaki dilatih oleh Mancini.
Hubungan Mancini dengan sejumlah pemain seperti Patrick Vieira, Zlatan Ibrahimovic, Hernan Crespo dan Luis Figo memang tidak harmonis sehingga wajar mereka mendukung langkah Inter memecat Mancini.
Diwawancarai oleh sejumlah media, Ibrahimovic mengaku bahwa dia mendukung penuh pemecatan Mancini dari posisi pelatih.
“Saya tidak tahu banyak tentang proses pemecatan pelatih,” kata Ibrahimovic pada Gazzetta dello Sport.
“Itu adalah keputusan Moratti, dia adalah pimpinan klub ini dan dia yang memutuskan. Saya pikir apa yang Moratti sangat tepat,” lanjutnya.
Selain berbicara tentang pemecatan Mancini, Ibrahimovic juga menyinggung nama Mourinho yang dikabarkan akan segera menggantikan posisi Mancini. Menurutnya Mourinho adalah pelatih yang hebat.”Mourinho? Dia pelatih yang hebat, siapa yang tidak tahu,” tegasnya.

Mascot Euro 2008


Kenalkan dua anak lucu ini, maskot baru Euro 2008 Austria-Swiss, Trix & Flix.
Maskot kejuaraan bergengsi ini katanya siih, merupakan dua anak laki-laki yang menampakkan ekspresi gembira.
Saya suka maskot ini, menurut saya, maskot Piala Eropa 2008 ini adalah yang paling lucu diantara maskot-maskot piala eropa sebelumnya seperti Kinas, Benelucky, dan Goliath.
Ada sejarahnya sebelum nama Trix & Flix ini dipilih. Sebelumnya ada tiga kandidat nama untuk dua maskot lucu ini: Zagi & Zigi, Flitz & Blitz, serta Trix & Flix. Dan terpilihnya nama Trix & Flix itu berdasarkan polling yang dilakukan di Austria dan Swiss selaku tuan rumah Piala Eropa 2008. Sst… sebenarnya saya lebih suka nama Flitz dan Blitz. hehehe…
Trix dan Flix melambangkan dua anak laki-laki yang mengenakan kaos berwarna putih dan merah, warna bendera Autria dan Swiss. Nomor di kaosnya melambangkan tahun penyelenggaraan.
Lucu yaa lihat ekspresi dua maskot ini. Katanya siih ekspresi gembira mereka itu menunjukkan bahwa Euro 2000 merupakan ajang yang akan membawa kebahagiaan.
Kalau rajin nonton TV, pasti pernah melihat cuplikan aksi mereka yang diiringi lagu up beat. Yup, lagu itu adalah official anthem untuk Euro 2008. Judulnya Like A Superstar, dilantunkan oleh Shaggy.