CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Jumat, 30 Januari 2009

Inter Dituding Terlibat Pengaturan Skor


Isu pengaturan skor dalam pertandingan di kompetisi Liga Serie A Italia kembali mencuat. Kali ini, korbannya, juara bertahan Serie A, Inter Milan. Spekulasi tersebut dilansir harian Italia yang berbasis di Milan, Il Giornale.

Harian tersebut memberitakan kalau kubu Nerazzurri yang memastikan gelar juara pada pertandingan terakhir musim lalu, mengatur hasil beberapa pertandingan mereka sendiri agar para penjudi dapat tetap melanjutkan aktivitasnya. Laporan tersebut menitikberatkan pada pertandingan-pertandingan setelah giornata ke-24, di mana sebagian besar rumah judi menutup bursa mengenai klub mana yang akan tampil menjadi scudetto.

Kabar terakhir menyebutkan kalau Kementerian Publik Italia telah meminta kepolisian untuk melakukan investigasi. Kementerian Publik sendiri diketahui sedang mengadakan penyelidikan terhadap rekaman percakapan via telepon seluler antara pelatih Inter kala itu, Roberto Mancini, dengan anggota mafia, Domenico Brescia. Brescia sendiri merupakan fans Inter, dan sedang menjalani dakwaan karena terlibat masalah obat terlarang.

Dan seperti telah diketahui, Ibrahimovic kembali pulih dari cedera pada pertandingan terakhir musim lalu. Masuk sebagai pemain cadangan, ia kemudian mencetak dua gol kemenangan Inter atas Parma. Inter pun menjadi scudetto dengan keunggulan tiga poin atas Roma.

Klaim ini memang sejauh ini sama sekali belum terbukti. Namun, jika pemeriksaan lanjutan menemukan bukti-bukti yang memberatkan Inter, bukan tidak mungkin skandal serupa dengan Calciopoli akan kembali menggegerkan Italia.

Selasa, 27 Januari 2009

Dunia Kutuk Serangan Israel Ke Gaza


Sejumlah negara langsung bereaksi melihat serangan brutal rezim Zionis Israel ke Jalur Gaza. Uni Eropa, Rusia Perancis mendesak Israel untuk menghentikan serangannya. Inggris menyatakan keprihatinannya, sedangkan AS meminta Israel agar menghindari jatuhnya korban di kalangan warga sipil di Gaza.

"Rusia meyakini, pentingnya menghentikan segera serangan luas ke Jalur Gaza yang telah menimbulkan banyak korban jiwa dan penderitaan bagi rakyat Palestina," kata Menlu Rusia dalam pernyataannya hari Sabtu (27/12).

Di Prancis, Presiden Nicolas Sarkozy mendesak Israel untuk menghentikan pengerahan pesawat-pesawat tempurnya yang telah membombardir markas-markas Hamas dan kantor-kantor polisi di Gaza. Meski demikian, Sarkozy dalam pernyataannya terkesan menyalahkan Hamas sebagai biang keladi atas serangan Israel ini.

Sementara dari dunia Arab, pemimpin Libya Muammar Gaddafi yang pertama kali melontarkan kecaman atas serangan brutal Zionis Israel ke Jalur Gaza. Ia menyerukan dunia Arab mengambil sikap tegas terhadap Israel dan mendesak agar perbatasan-perbatasan di Gaza dibuka.

Sementara itu, helikopter-helikopter Israel masih melayang-layang diatas wilayah Gaza setelah membantai lebih dari 180 warga Gaza. Dipekirakan jumlah warga Gaza yang gugur syahid akan bertambah karena masih ada ratusan orang yang mengalami luka-luka berat dan ringan.

Pada saat yang sama, militer Israel menyatakan masih akan melakukan operasi militer lagi ke Gaza dan kemungkinan serangan yang akan dilakukan lebih besar dari serangan hari ini. Israel menargetkan serangannya ke utara dan selatan Gaza, terutama kota Khan Younis dan Rafah yang diklaim sebagai basis utama Hamas.

BBC melaporkan, rumah-rumah sakit di Gaza penuh dengan para korban. Padahal rumah-rumah sakit itu tidak memiliki banyak persediaan obat-obatan akibat blokade Israel ke Jalur Gaza. Sedangkan masjid-masjid di Gaza melalui pengeras suara menghimbau warga Gaza yang selamat untuk mendonorkan darahnya guna membantu para korban luka.

Duka Gaza adalah duka bagi umat Islam sedunia. Menjelang tahun baru umat Islam, saudara-saudara kita dizalimi oleh rezim ilegal Zionis Israel. Selayaknya kita memanjatkan doa buat warga Gaza dan merenungkan kembali seberapa jauh kita mengingat penderitaan saudara seiman kita di Jalur Gaza. (ln/iol/prtv/aljazeera)

Dunia Arab Soal Obama

Dunia Arab dan Muslim skeptis mendengar pidato Presiden Barack Obama yang menawarkan "jalan baru" bagi hubungan dengan dunia Islam, yang disebut Obama berdasarkan saling menghormati dan saling menguntungkan. Dunia Arab dan Muslim cenderung bersikap hati-hati dan meminta Obama jangan cuma banyak bicara tapi merealisasikan ucapannya.

"Fakta bahwa dia (Obama) menyebut umat Islam, sangat berarti. Ini menjadi isyarat simbolis bagi dunia Muslim bahwa mereka adalah bagian dari masyarakat dunia," kata Hilal Khashan, profesor ilmu politik di American University di Beirut.

Di Inggris, Muslim Council of Britain (MCB) juga menilai postif pidato Obama. "Saya harap keretakan antara AS dan dunia Islam yang makin melebar selama delapan tahun terakhir, akan berakhir," ujar Sekjen MCB, Muhammad Abdul Bani.

Darfur, yang selama bertahun-tahun bersitegang dengan AS atas konflik yang terjadi di negara itu, mengaku optimis dengan kebijakan-kebijakan yang ditawarkan Obama. "Kami sangat optimis ... jika mendengar apa yang dikatakan Obama tentang perubahan kebijakan luar negerinya. Terutama mundur dari Irak," kata juru bicara kementerian luar negeri Darfur, Ali al-Sadig.

Di Mesir, kepala komite politik Ikhawanul Muslimin Essam el-Erian mengatakan, ia sepakat dengan perkataan Obama bahwa hubungan dengan dunia Arab dan Muslim harus berdasarkan pada saling menghormati. "Jika sikap ini diterapkan, saya pikir akan terjadi transformasi hubungan antara AS dan Arab," ujarnya.

Meski demikian, banyak juga warga biasa yang menanggapi dingin pidato Obama. Mereka menganggap pidato Obama tentang perubahan kebijakan luar negeri AS cuma retorika.

"Saya pikir, Obama akan berbeda dan kami berharap ia menerapkan kebijakan yang adil di Timur Tengah. Tapi kelihatannya, dia akan sama saja dengan pendahulu-pendahulunya," kata Zoubeir Ben Sassi, warga Tunisia.

Bassi mengkritika sikap Obama yang diam melihat agresi dan pembataian Israel di Gaza. "Ketika Israel sudah menghentikan agresinya, Obama baru bicara soal awal baru hubungan dengan dunia Muslim. Obama cuma bisa bicara dan kenyataannya, tidak ada perubahan," tukas Sassi.

Zahi Abdo, warga Libanon sepakat dengan Sassi. "Semuanya cuma omongan kosong, tidak akan ada hasilnya. Dia (Obama) sama saja dengan Bush," kata Abdo.

"Kami menunggu apa yang akan dilakukannya, tindakannya. Kata-kata Obama memang manis, tapi kami menginginkan tindakan nyata," sambung Abdeillah Benkirane, ketua Partai Islam Maroko.

Adil Gatae, seorang warga Irak mengatakan, Barat tidak pernah bicara untuk kepentingan Islam. "Islam buat mereka cuma agama teror. Saya tidak yakin akan ada perubahan besar dalam kebijakan luar negeri AS. Itu cuma janji-janji palsu," tukasnya.

"Ada perubahan bahasa terkait dunia Islam, tapi saya pikir tidak akan ada perubahan dari sisi esensi hubungan AS dengan dunia Islam," tambah Sateh Noureddin, pengamat politik di Libanon. (ln/aby)